Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Ber infaq Sarana Mendekatkan Diri Kepada Allah






By: Mustofa

Dalam menjalani kehidupan didunia ini, kita selalu diperintahkan untuk senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah Swt dalam Qur’an Surah al Maidah ayat 35 sebagai berikut;
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah Swt dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. al Maidah:35)
Dalam ayat diatas tersebut, kita sebagai manusia diingatkan agar tidak lalai dalam melakukan  taqarrub kepada Allah Swt, semaksimal yang mampu kita laksanakan. Karena sarana yang bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt begitu beragam. Salah satunya berinfaq dengan media harta yang telah Allah Swt karuniakan kepada kita.

Harta kekayaan adalah ladang dunia yang bisa kita maksimalkan untuk melakukan amal sholeh. Karena tidak sedikit, harta juga bisa menjerumuskan pemiliknya bila tidak pandai dalam mengelolanya. Oleh karena itu sebagai seorang mukmin, memaksimalkan harta dengan rajin berinfaq, merupakan salah satu sarana yang bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Allah Swt akan memberikan pahala yang berlipat bagi orang yang gemar berinfaq. Selain memperoleh pahala, mereka juga mendapatkan ridho dari Allah Swt.
“Perumpamaan  orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah  adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji.  Allah Swt melipat gandakan  bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas  lagi Maha Mengetahui..” (Q.S. al Baqarah; 261)

Karena orang yang rajin menginfaqkan harta kekayaannya di jalan Allah Swt bukanlah orang yang sembarangan. Melainkan mereka yang telah mendapat ridho Allah Swt dan telah teguh keimanannya. Mereka itulah orang yang berjihad dengan harta kekayaan dan jiwa raganya kepada Allah swt.

Mari, kita jadikan berinfaq sebagai sarana untuk meraih ridho dari Allah Swt. Demikian, mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang selalu menjalankan perintah Allah Swt dan ajaran Rasulallah Saw. Aamiin.

Kebaikan sejalan dengan kehidupan

bmh baitul maal hidayatullah

Scor Kebaikan Padu dengan Kehidupan - Kebaikan sejalan dengan kehidupan 

Ahwati fillah Pecinta Kehidupan............

Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.

Pesantren Tahfidzul Quran Entrepreneurship

Baitul maal hidayatullah
Program Pesantren Tahfidzul Quran Entrepreneurship - Salah satu program unggulan disamping mendidik santri untuk hafal Al-Quran tetapi juga diberi bekal saat berbaur dengan masyarakat , berikut liputan dari lokasi. Sholat Ashar baru saja usai, setelah berhalaqoh dan menyetor beberapa ayat beberapa berganti pakaian dan menuju kekebun. Di areal itu berbagai sayur mayur tumbuh subur. Tidak perlu lama untuk mencabut bayam dan kangkung dari tanah, dengan cekatan anak-anak itu mencuci akarnya dan mengikat menjadi bagian-bagian kecil. Untuk selanjutnya mereka angkat berdua dan menyusuri perkampungan untuk menawarkan hasil jerih payahnya.

Aktivitas berkebun-menjual menjadi kegiatan selingan bagi anak-anak penghafal Al-Qur’an di Ma’had Tahfizhul Qur’an Ahlussufah Balikpapan. Menurut Direktur Ma’had, Ustadz Kaspan berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan oleh santri dimaksudkan agar tumbuh kemandirian dari jiwa mereka, selain itu untuk membentuk wirausaha.

“Awalnya semua bibit, pupuk dan keperluan lainnya di siapkan dari pihak ma’had, sekarang dari hasil penjualan yang mereka lakukan sendiri sudah dapat untuk membeli bibit dan peralatan baru”. Terang Ustadz Kaspan. Lebih jauh beliau memaparkan, Ma’had yang ia pimpin berkomitmen untuk tetap melahirkan para penghafal Al-Qur’an, adapun kegiatan ekstra yang dilakukan agar setelah mereka menjadi alumni memiliki keterampilan tambahan dan dapat berkiprah lebih banyak di masyarakat.

Pesantren Tahfidzul Quran Entrepreneurship

Untuk menjadikan Ma’had ini mandiri saat ini sedang dikembangkan bebagai komoditas yang dapat mendukung keberlangsungan pesantren inikedepannya, saat ini ada 45 hektar lahan yang disiapkan. Ribuan pohon karet dan dan pohon gaharu telah ditanam. Ditempat ini juga akan di kembangkan untuk program peternakan dan perikanan.

Dibidang perikanan santri tahfiz sudah beberapa kali melaksanakan panen, ikan lele dan nila yang mereka pelihara dijual kepada pengepul dan di jual dari rumah-kerumah warga sekitar pesantren. Bahkan untuk menunjukkan keseriusannya, dari pihak tahfiz mengirim santri untuk mempelajari bidang peternakan dan perikanan di Maggelang (Jawa Tengah).

Begitulah bagaimana kehidupan santri di salahsatu pesantren penghafal Al quran. Yang kini telah nyata terwujud dan hadir di empat provinsi di Indonesia. Sebut saja di Surabaya, Jawa Timur telah angkatan pertama ini telah menampung 120 anak-anak dari keluarga dhuafa yang tidak mampu. Di Jakarta melalui sekolah Integral Al Qalam, juga secara khusus mengangkat menghafal Al quran sebagai andalan termasuk di Sidoarjo dan Makasar.

BMH surabaya

Program Pesantren Pengahafal Al Quran, merupakan bagian dari upaya untuk mendidik generasi tangguh. Persoalan yang membelit sebagian keluarga yang tidak mampu, merupakan ancaman bagi kelangsungan pendidikan anak dimasa depan. Sehingga, tidak semua anak pada dari keluarga miskin dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas

Berangkat dari kenyataan tersebut, Hidayatullah sejak berdirinya menjadikan Dakwah, Pendidikan dan sebagai program utama, hal itu dibuktikan dengan menghadirkan Pesantren dan Sekolah berkualitas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Selanjutnya sebagai realisasi dari rasa kepedulian kami terhadap mereka anak-anak yatim piatu dan fakir miskin, maka pesantren Tahfid Al Quran merupakan bagian dari mewujudkan program pendidikan yang diharapkan membangun generasi qurani.

Ma’had Tahfizhul Qur’an Ahlussufah Balikpapan contohnya, saat ini memiliki 105 siswa dengan jumlah asatidz 18 orang, sedangkan alumni 12 orang, selain mengabdi di Balikpapan mereka juga tersebar di nusantara seperti Melak (Kutai Barat), Lempake (Samarinda), Jayapura. Program ini disupport dari dana ZIS yang terhimpun melalui program Beasiswa Tahfidz untuk para santri.

Keberadaan pesantren ini merupakan bagian dari program Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) untuk mewujudkan generasi berkualitas. Integrasi pendidikan dibangun berbasis pada masjid, kelas dan asrama dengan memberikan pendidikan, pengarahan, dan bimbingan dalam bidang keagamaan dan hafalan Al-Qur’an 30 juz agar mereka menjadi anak yang sholeh dan salehah berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa.*

Info : 03170380001 / 0315928866

ZAKAT: BCA 3890409767, BNI 0072912763, BSM 7001191831, MANDIRI 1410008006009
INFAQ: BMI 7010053515, BNI 0600800404, BRI 058701000014308, BSM 7034584715
WAKAF: BNI 0800600407, MANDIRI 1410004642831, PERMATA SYARIAH 2901451055

Sumber : Buletin Mulia edisi Januari 2013

Zakat Melindungi Mustahik

Zakat Melindungi Mustahik
Zakat Melindungi Mustahik - Mengurai persoalan kemiskinan seolah tidak pernah ada kata usai. Beragam penyebab disampaikan, para ahli tidak ketinggalan berargumen. Mulai dari analisa kebijakan, yang lebih mafhum disebut “kemiskinan karena struktural”, persoalan mental anak bangsa, rendahnya Human Development Index (HDI) hingga penyebabnya adalah masalah kultural.

Hidup Untuk Memberi

Hidup Untuk Memberi , Memberi adalah pilihan , Hikmah memberi
Hidup Untuk Memberi - Dalam tatanan berkehidupan sosial, kita sering mendengar istilah take and give, atau menerima dan memberi. Istilah ini mengekspresikan tentang ketergantungan kita kepada manusia lainnya terhadap apa yang diterimanya dan apa yang dapat diberikannya.

Kecerdasan Emosi yang Kerap Dilalaikan


Tahukah Anda, apa harapan terbesar kebanyakan orang tua yang anaknya duduk di bangku TK? Ya, cepat pintar, cepat bisa baca tulis. Itulah tuntutan sebagian besar wali murid. Mereka akan kecewa jika anak-anak ini terlalu banyak diajarkan menyanyi di TK Besar, karena merasa buah hatinya sudah bukan anak kecil lagi. Yang dituntut justru diberikan latihan dan pekerjaan rumah (PR) sebanyak-banyaknya agar anak-anak ini cepat mahir berhitung dan baca tulis.

Bahaya Jajanan Pasar


Bahaya Jajanan PasarMembeli jajanan jalanan atau jajanan pasar sepertinya sudah menjadi trend anak sejak dulu. Walaupun sudah diberi bekal dari rumah, si Kecil kadang masih membeli jajanan jalanan akibat terbawa dan tersugesti oleh teman-teman. Untuk hal yang satu ini ada baiknya orang tua memberi perhatian ekstra agar anak menghindari budaya jajan tak sehat tersebut.



Tiadanya bekal dari rumah biasanya akan menjadi alasan utama anak yang merasa kelaparan di sekolah membeli jajanan jalanan. Untuk itu orang tua harus arif dan bijaksana dalam mengelola makanan anak, sehingga jajan di luar rumah dapat dikesampingkan. Bila hendak jajan, setidaknya pilihlah penganan yang layak harga dan ada jaminan higienisnya. Lebih baik kalau makanan disiapkannya dari rumah.

Bahaya kandungan jajanan jalanan antara lain:

Air mentah; beberapa penjual minuman segar seperti dawet, cendol, sirup, dan sebagainya tak semuanya menggunakan air matang untuk dagangannya. Hal ini karena harga bahan bakar  yang tinggi yang tidak menutup untuk harga penjualan. Padahal ini sangat bahaya, minimal diare dapat menyerang si Kecil.

Pemanis dan pewarna buatan; jelly dan permen-permen, ataupun kue-kue kecil yang dijajakan di lingkungan sekolah, tak layak bagi kesehatan. Gula dan pewarna buatan memiliki harga yang lebih murah dibanding gula alami. Padahal jika dikonsumsi dalam waktu lama, para ahli menyatakan dapat mengganggu sirkulasi darah, hiperaktif, kanker, hingga gangguan mental.


Bahan narkoba; belakangan ini ada kasus yang menyatakan seorang penjaja makanan menawarkan permen yang dibubuhi narkoba. Jika ini benar, Si Kecil bisa kecanduan dan menjadi budak narkoba di masa depannya.

Kemasan plastik; hampir semua bahan makanan anak-anak di sekolah dikemas dalam plastik. Padahal tidak semua plastik ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Bahan plastik yang terbuat dari campuran bahan kimia, bisa memberikan andil timbulnya penyakit di kemudian hari.



  1. Ajak bicara dan beri pengertian tentang bahaya penganan di luar rumah
  2. Jadwalkan waktu yang regular agar anak bisa sarapan di rumah.
  3. Jika memungkinkan, beri anak bekal makanan dan minuman dari rumah untuk mengantisipasi rasa lapar si Kecil.
  4. Mengolah makanan secara kreatif dan variatif.
  5. Meberi uang jajan tidak berlebihan dan mensugesti untuk menabung.*

Meneladani Kepemimpinan Rasulullah

Tak ada yang meragukan kepemimpinan Rasulullah. Beliau telah mentransformasi umat yang dipimpinnya dari manusia padang pasir yang tak diperhitungkan menjadi generasi terbaik pemimpin peradaban. Kepemimpinan beliau tidak hanya berpengaruh pada masanya saja, tetapi menginspirasi dan abadi sepanjang masa. Muhammad SAW The SuperLeader, begitu Syafii Antonio menyebutnya dalam salah satu judul bukunya. Dalam buku seratus tokoh dunia yang paling berpengaruh, Michel Hart menulis Rasul Muhammad dalam urutan nomor wahid. 


Pada zaman sekarang ini banyak orang yang berebut dan berharap menjadi pemimpin. Saat penjaringan calon pemimpin daerah, pemimpin partai, pemimpin ormas dan semacamnya, tak pernah kekurangan peminat. Bahkan cenderung surplus. Namun pada kenyataannya umat saat ini justru terpuruk. Ajaran Islam yang agung ini memang sering telah dikumandangkan dalam pernyataan, namun sayang belum bisa diwujudkan dalam kenyataan. 

Pada hakekatnya, setiap kita adalah pemimpin. Dan kita bertanggung jawab sesuai lingkup masing-masing. Mulai dari diri sendiri, keluarga, sampai masyarakat luas. Mari kita meneladani kepemimpinan Rasulullah untuk lahirnya umat yang lebih baik. Umat yang bisa membangun peradaban Islam yang rahmatan lil alamin.
Apa yang dilakukan dalam kepemimpinan Rasul?  

Membuka Fitrah Tauhid
Setiap manusia, sejatinya memiliki potensi mulia dalam jiwanya. Yaitu potensi fitrah. Seorang pemimpin bertugas membuka dan menumbuhkan potensi orang yang dipimpinnya, bukan malah menutupnya. Ibarat seorang petani, ia musti berusaha menumbuhkan benih tanamannya dan sabar merawatnya hingga berbuah dan memanen.
Potensi fitrah yang pertama dibuka dan ditumbuhkan oleh Rasulullah adalah fitrah bertauhid. Inilah potensi utama yang menjadi spirit dan nafas dalam jiwa manusia. Bilal seorang budak, menjadi terangkat martabatnya setelah dia bertauhid. Jiwanya tak lagi terbelenggu digantungkan pada tuannya, tetapi merdeka dan berhubungan dengan Tuhannya.
Banyak pemimpin yang tanpa sadar telah menjadikan jiwa fitrah ini malah tertutupi. Dia tidak menghantarkan jiwa umatnya untuk sambung dengan Tuhan, tetapi direkayasa untuk bergantung pada dirinya. Tidak mengajak pengikutnya membesarkan asma Allah, tetapi mengkultuskan nama dirinya. Fir'aun contoh pemimpin yang nyata-nyata menutup fitrah rakyatnya. Saat ada seruan dakwah untuk bertauhid, ia justru menolaknya. Dan malah ia menyatakan dirinya sebagai Tuhan.
Rasul menumbuhkan potensi iman ini dengan sepenuh hati. Beliau melakukannya dengan rasa empati dan kasih sayang, bukan dengan caci maki dan kebencian. Beliau dapat membimbing dengan bijak karena merasakan penderitaan umatnya dan memang sangat menginginkan keselamatan.
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. AtTaubah: 128)
            Sudah semestinya dalam kepemimpinan ini, kita menghantar umat pada iman dengan kasih sayang sebagaimana yang diteladankan oleh Rasul.

Akhlak Muliadan Ukhuwah
Potensi fitrah lain yang juga ditumbuhkan oleh Rasul adalah karakter mulia. Setelah seorang terbuka fitrah tauhidnya, Rasul menghantarkan jiwa ini tumbuh sehingga berbuah akhlak mulia. Menyempurnakan akhlak mulia adalah salah satu misi Rasul setelah tauhid.
Sesungguhnya hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia. (Al Hadist).
Pada kenyataannya banyak pemimpin yang justru mematikan akhlak mulia dan menggantinya dengan akhlak yang hina. Pemimpin yang koruptor misalnya, justru mengajak rakyatnya serakah. Jangan heran jika yang menjamur bukan kejujuran, justru kebohongan. Bahkan di pengadilan terjadi jual beli perkara. Bila sudah tidak ada keadilan di lembaga peradilan, rakyat bisa tersulut anarkis menghakimi dengan caranya sendiri. Pun demikian pemimpin yang menebar tuduhan dan fitnah, pasti akan berbuah perpecahan di tengah ummat.
Di bawah kepemimpinan Rasul, yang subur adalah tumbuhnya akhlakmulia. Ini tak terlepas dari keteladanan akhlak agung beliau. Umar bin Khattab yang semula seorang yang kasar dan bengis, tumbuh menjadi pribadi yang tawadhu'. Dia siap menerima nasehat dari siapa pun. Kritik diterima dengan hati terbuka meski datang dari janda tua. Akhlak yang agung ini tumbuh dengan baik dalam dirinya.


Dengan kepemimpinan akhlak mulia inilah potensi seseorang bisa diselaraskan dengan yang lain. Meski kadang berbeda pendapat, bisa saling memahami. Walau berbeda pendapatan, masing-masing bisa memaklumi. Seperti sebuah orkestra, meski alat dan suaranya berbeda-beda, tetap terdengar mengalun merdu. Yang kuat menolong yang lemah. Yang lemah mendoakan yang kuat. Yang kaya memberi yang kekurangan. Yang miskin terus berusaha dan bersabar. Pemimpin dan yang dipimpin saling menghormat dan mendoakan. Semua diselaraskan menjadi masyarakat yang dinamis dan indah.
Antara Abu Bakar dan Umar karakternya jelas berbeda. Abu Bakar seorang yang lembut, sedang Umar seorang yang keras. Namun di bawah kepemimpinan Rasul, keduanya bisa seirama dan bersaudara. Perbedaan itu bukan melemahkan, tapi justru saling melengkapi. Inilah tugas pemimpin.
Kepemimpinan yang buruk, justru mengundang perpecahan. Potensi umat saling bertabrakan dan saling meniadakan. Banyak energi negatif yang justru menyedot kekuatan. Tanpa kepemimpinan yang baik, jumlah umat yang banyak ini hanya menjadi kerumunan. Keberadaannya seperti buih yang terombang ambing tak tentu arah. Bukan menjadi penentu, tapi seperti hidangan yang diperebutkan.
Saat hijrah ke Madinah, kaum muhajirin dalam keadaan serba kekurangan. Kondisi ini tentu harus segera diselesaikan agar tidak menjadi problem sosial. Maka Rasul mempersaudarakan kaum muhajirin dengan kaum Anshor. Abdurrahman bin auf misalnya, dipersaudarakan dengan Rabi'. Maka Rabi' pun dengan sepenuh jiwa menawarkan bantuan dengan memberi separuh hartanya, bahkan istri. Demi mendengar tawaran itu Abdurrahman bin Auf justru berdoa, "Semoga Allah memberkahi bagimu dalam keluarga dan hartamu. Lebih baik tunjukkan saja aku di mana pasar kalian."
Kita kagum dengan kedermawanan Sa'ad yang rela berbagi dengan saudaranya. Tapi kita juga tak kalah kagumnya dengan Abdurrahman yang dalam keadaan terbatas pun dirinya sama sekali tak ingin bergantung pada orang lain. Mental dan akhlak mulia inilah yang menjadikan mereka umat yang kuat. Mereka bisa tolong menolong dan saling menguatkan.
Dengan spirit tauhid, akhlak mulia dan ukhuwah, sebagaimana diteladankan Rasul, kepemimpinan akan mengundang rahmat Allah. Mengundang keterlibatan dan pertolongan Allah. Inilah solusi hakiki. Insya Allah.


Ada Tanda di Wajah Kita

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat utama Nabi saw. yang sekaligus menantu beliau, pernah berkata, “Tidak seorang pun bisa menyembunyikan suatu rahasia karena Allah akan menampakkan semua itu melalui roman muka dan ucapannya.”

Tak seorang pun dari kita yang dapat menyembunyikan rahasia dari wajah dan diri kita, kecuali pada ungkapan-ungkapan yang diatur dan kalimat-kalimat yang tersusun rapi. Tetapi secara keseluruhan, kita tak sanggup menyembunyikan rahasia.

Konsultasi Online

Alamat :
Jl. Raya Mulyosari 398 Surabaya Telp. 0315928866
Fax. 0315915516

Email updates

http://picasion.com/i/1Vtt8/

Rekening

ZAKAT: BCA 3890409767, BNI 0072912763, BSM 7001191831, MANDIRI 1410008006009
INFAQ: BMI 7010053515, BNI 0600800404, BRI 058701000014308, BSM 7034584715
WAKAF: BNI 0800600407, MANDIRI 1410004642831, PERMATA SYARIAH 2901451055
A.n Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
Call : 0315928866 / 70380001
SMS Konfirmasi Transfer : 0856 550 10005
 
Support : Desain blog
Copyright © 2013. Info Wakaf Tunai Terlengkap - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger