TABUNGAN PEDULI AISYAH - Mari Wujudkan Kepedulian kita dengan membantu siti aisyah seorang bocah 8 tahun yang sudah lebih dari 1 tahun hidup di becak dengan ayahnya yang sakit, selama ini pula dia merawat ayahnya tanpa mengeluh dan tanpa lelah sebagai wujud kasih sayang dan baktinya untuk orang tua.
Latest Article Get our latest posts by subscribing this site
Tabungan Peduli Siti Aisyah
Posted by wakaf.info
Posted on 11.36
with No comments
TABUNGAN PEDULI AISYAH - Mari Wujudkan Kepedulian kita dengan membantu siti aisyah seorang bocah 8 tahun yang sudah lebih dari 1 tahun hidup di becak dengan ayahnya yang sakit, selama ini pula dia merawat ayahnya tanpa mengeluh dan tanpa lelah sebagai wujud kasih sayang dan baktinya untuk orang tua.
Pesantren Tahfidzul Quran Entrepreneurship
Posted by wakaf.info
Posted on 14.46
with No comments
Program Pesantren Tahfidzul Quran Entrepreneurship - Salah satu program unggulan disamping mendidik santri untuk hafal Al-Quran tetapi juga diberi bekal saat berbaur dengan masyarakat , berikut liputan dari lokasi. Sholat Ashar baru saja usai, setelah berhalaqoh dan menyetor beberapa ayat beberapa berganti pakaian dan menuju kekebun. Di areal itu berbagai sayur mayur tumbuh subur. Tidak perlu lama untuk mencabut bayam dan kangkung dari tanah, dengan cekatan anak-anak itu mencuci akarnya dan mengikat menjadi bagian-bagian kecil. Untuk selanjutnya mereka angkat berdua dan menyusuri perkampungan untuk menawarkan hasil jerih payahnya.
Aktivitas berkebun-menjual menjadi kegiatan selingan bagi anak-anak penghafal Al-Qur’an di Ma’had Tahfizhul Qur’an Ahlussufah Balikpapan. Menurut Direktur Ma’had, Ustadz Kaspan berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan oleh santri dimaksudkan agar tumbuh kemandirian dari jiwa mereka, selain itu untuk membentuk wirausaha.
“Awalnya semua bibit, pupuk dan keperluan lainnya di siapkan dari pihak ma’had, sekarang dari hasil penjualan yang mereka lakukan sendiri sudah dapat untuk membeli bibit dan peralatan baru”. Terang Ustadz Kaspan. Lebih jauh beliau memaparkan, Ma’had yang ia pimpin berkomitmen untuk tetap melahirkan para penghafal Al-Qur’an, adapun kegiatan ekstra yang dilakukan agar setelah mereka menjadi alumni memiliki keterampilan tambahan dan dapat berkiprah lebih banyak di masyarakat.
Untuk menjadikan Ma’had ini mandiri saat ini sedang dikembangkan bebagai komoditas yang dapat mendukung keberlangsungan pesantren inikedepannya, saat ini ada 45 hektar lahan yang disiapkan. Ribuan pohon karet dan dan pohon gaharu telah ditanam. Ditempat ini juga akan di kembangkan untuk program peternakan dan perikanan.
Dibidang perikanan santri tahfiz sudah beberapa kali melaksanakan panen, ikan lele dan nila yang mereka pelihara dijual kepada pengepul dan di jual dari rumah-kerumah warga sekitar pesantren. Bahkan untuk menunjukkan keseriusannya, dari pihak tahfiz mengirim santri untuk mempelajari bidang peternakan dan perikanan di Maggelang (Jawa Tengah).
Begitulah bagaimana kehidupan santri di salahsatu pesantren penghafal Al quran. Yang kini telah nyata terwujud dan hadir di empat provinsi di Indonesia. Sebut saja di Surabaya, Jawa Timur telah angkatan pertama ini telah menampung 120 anak-anak dari keluarga dhuafa yang tidak mampu. Di Jakarta melalui sekolah Integral Al Qalam, juga secara khusus mengangkat menghafal Al quran sebagai andalan termasuk di Sidoarjo dan Makasar.
Program Pesantren Pengahafal Al Quran, merupakan bagian dari upaya untuk mendidik generasi tangguh. Persoalan yang membelit sebagian keluarga yang tidak mampu, merupakan ancaman bagi kelangsungan pendidikan anak dimasa depan. Sehingga, tidak semua anak pada dari keluarga miskin dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas
Berangkat dari kenyataan tersebut, Hidayatullah sejak berdirinya menjadikan Dakwah, Pendidikan dan sebagai program utama, hal itu dibuktikan dengan menghadirkan Pesantren dan Sekolah berkualitas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Selanjutnya sebagai realisasi dari rasa kepedulian kami terhadap mereka anak-anak yatim piatu dan fakir miskin, maka pesantren Tahfid Al Quran merupakan bagian dari mewujudkan program pendidikan yang diharapkan membangun generasi qurani.
Ma’had Tahfizhul Qur’an Ahlussufah Balikpapan contohnya, saat ini memiliki 105 siswa dengan jumlah asatidz 18 orang, sedangkan alumni 12 orang, selain mengabdi di Balikpapan mereka juga tersebar di nusantara seperti Melak (Kutai Barat), Lempake (Samarinda), Jayapura. Program ini disupport dari dana ZIS yang terhimpun melalui program Beasiswa Tahfidz untuk para santri.
Keberadaan pesantren ini merupakan bagian dari program Baitul Maal Hidayatullah ( BMH ) untuk mewujudkan generasi berkualitas. Integrasi pendidikan dibangun berbasis pada masjid, kelas dan asrama dengan memberikan pendidikan, pengarahan, dan bimbingan dalam bidang keagamaan dan hafalan Al-Qur’an 30 juz agar mereka menjadi anak yang sholeh dan salehah berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa.*
Info : 03170380001 / 0315928866
ZAKAT: BCA 3890409767, BNI 0072912763, BSM 7001191831, MANDIRI 1410008006009
INFAQ: BMI 7010053515, BNI 0600800404, BRI 058701000014308, BSM 7034584715
WAKAF: BNI 0800600407, MANDIRI 1410004642831, PERMATA SYARIAH 2901451055
Sumber : Buletin Mulia edisi Januari 2013
Bahaya Jajanan Pasar
Posted by wakaf.info
Posted on 12.37
with 1 comment
Tiadanya bekal dari rumah biasanya akan menjadi
alasan utama anak yang merasa kelaparan di sekolah membeli jajanan jalanan. Untuk
itu orang tua harus arif dan bijaksana dalam mengelola makanan anak, sehingga
jajan di luar rumah dapat dikesampingkan. Bila hendak jajan, setidaknya
pilihlah penganan yang layak harga dan ada jaminan higienisnya. Lebih baik kalau
makanan disiapkannya dari rumah.
Bahaya kandungan jajanan jalanan antara lain:
Air mentah; beberapa
penjual minuman segar seperti dawet, cendol, sirup, dan sebagainya tak semuanya
menggunakan air matang untuk dagangannya. Hal ini karena harga bahan
bakar yang tinggi yang tidak menutup untuk harga penjualan. Padahal ini
sangat bahaya, minimal diare dapat menyerang si Kecil.
Pemanis dan pewarna buatan;
jelly dan permen-permen, ataupun kue-kue kecil yang dijajakan di lingkungan
sekolah, tak layak bagi kesehatan. Gula dan pewarna buatan memiliki harga yang lebih
murah dibanding gula alami. Padahal jika dikonsumsi dalam waktu lama, para ahli
menyatakan dapat mengganggu sirkulasi darah, hiperaktif, kanker, hingga
gangguan mental.
Bahan narkoba;
belakangan ini ada kasus yang menyatakan seorang penjaja makanan menawarkan
permen yang dibubuhi narkoba. Jika ini benar, Si Kecil bisa kecanduan dan
menjadi budak narkoba di masa depannya.
Kemasan plastik; hampir
semua bahan makanan anak-anak di sekolah dikemas dalam plastik. Padahal tidak
semua plastik ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Bahan plastik yang
terbuat dari campuran bahan kimia, bisa memberikan andil timbulnya penyakit di kemudian
hari.
- Ajak bicara dan beri pengertian tentang bahaya penganan di luar rumah
- Jadwalkan waktu yang regular agar anak bisa sarapan di rumah.
- Jika memungkinkan, beri anak bekal makanan dan minuman dari rumah untuk mengantisipasi rasa lapar si Kecil.
- Mengolah makanan secara kreatif dan variatif.
- Meberi uang jajan tidak berlebihan dan mensugesti untuk menabung.*




